Apa Kabar Dunia

Mari Belajar bersama

Kamis, 19 April 2012

SEJARAH TASWWUF III

Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam bersabda dalam suatu hadits, “Tidak ada perbedaan antara Arab dan non-Arab kecuali dalam hal kebajikan.” Tempat ini membuat orang dari berbagai ras dan bangsa berkumpul bersama. Sufi memegang teguh Sunnah dan Syari’ah. Sejarah mereka penuh dengan keberanian dan perjuangan di jalan Allah, jihad fi-sabiil-illah, meninggalkan negeri mereka untuk menyebarkan Islam dengan satu metode, yaitu cinta.

Mereka mengajarkan manusia untuk mencintai sesamanya tanpa perbedaan ras, usia dan gender. Mereka memandang setiap orang berhak untuk dihormati terutama wanita, orang yang teraniaya, dan fakir miskin. Sufi bagaikan bintang yang terang yang menyinari seluruh dunia, memberi semangat kepada semua orang untuk berjihad fi sabiil-illah, berjuang di jalan Allah, menyebarkan Islam, menolong fakir miskin, tuna wisma, dan mereka yang membutuhkan pertolongan baik jauh maupun dekat. Dengan Imannya, mereka bisa mencapai Asia Tengah sampai India, Pakistan, Tashkent, Bukhara, Daghestan, dan daerah-daerah lain seperti Cina, Malaysia, Indonesia dan lain-lain. Orang-orang Sufi sejati tidak pernah menyimpang dari Syari’ah dan Sunnah Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam serta al-Qur’an.

Dua sumber utama Tasawwuf adalah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam, sebagaimana yang disampaikan lewat pemahaman Islam Sayyidina Abu Bakar radhiy-Allahu ‘anhu dan Sayyidina ‘Ali karram-Allahu wajhahu yang dianggap sebagai dua guru utama seluruh aliran Sufi. Sayyidina Abu Bakar radiy-Allahu ‘anhu mewakili satu aliran Tasawwuf. Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam bersabda mengenai beliau, “Apa yang Allah tuangkan ke dalam hatiku, aku tuangkan pula ke dalam hati Abu Bakar.”

“ma sab-Allahu fee sadrii syayan illa wa sabatuhu fii sadrii Abi Bakrin.” (Hadiqa Nadiah, diterbitkan di Kairo, 1313 H. hal.9). Allah berfirman dalam al-Qur’an (9:40), “…sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Makkah), dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang teman dan keduanya berada dalam gua.” Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam bersabda dalam hadits lain, “Matahari tidak pernah bersinar lebih cerah pada orang-orang selain Abu Bakar radiy-Allahu ‘anhu, kecuali pada para Nabi.” (lihat Suyuti, Sejarah para Kalifah, Kairo, 1952. Hal. 46). Banyak hadits lain yang menerangkan posisi Abu Bakar as-Siddiq radiy-Allahu ‘anhu. Aliran lain dalam Tasawwuf berasal dari Sayyidina ‘Ali karram-Allahu wajhahu, mengenai beliau banyak sekali hadits yang bila dipaparkan akan memakan banyak halaman.

Sunnah Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam dan Syari’ah yang melambangkan kewajiban, serta Ihsan yang melambangkan perilaku baik, semuanya melekat menjadi karakter para ulama Sufi, mulai dari Sayyidina Abu Bakar radiy-Allahu ‘anhu yang menjadi kalifah Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam pertama, sampai sekarang.
Pada abad ke-13 Hijriah (± 19 M) sebuah madzhab yang dipengaruhi oleh ajaran dua ulama Islam dari abad ke-7 Hijriah (± 14 M) muncul.

Madzhab ini adalah madzhab baru dalam Islam, yang walaupun mempunyai dasar madzhab Hanbali tetapi ternyata terdapat perbedaan ‘aqidah. Walaupun madzhab ini juga menerima Tasawwuf, tetapi dia lebih banyak mempunyai batasan dan mempunyai interpretasi yang sempit tentang apa yang dibolehkan dalam Islam dibandingkan dengan keempat madzhab yang pertama. Akhir-akhir ini para pengikut madzhab ini melakukan penyimpangan terhadap ajaran asli dari sang pendiri madzhab dan sering membesar-besarkan secara ekstrim dan membuat tuduhan kepada ummat Muslim berdasarkan fatwa dari ulama-ulama modern yang hanya memiliki pemahaman Islam secara harfiah dengan sudut pandang yang terbatas, namun menjadi penentang bagi kelompok mayoritas Muslim. Keyakinan baru ini sekarang berkembang dengan pesat dengan dukungan minoritas Muslim yang mempunyai keyakinan sendiri dan interpretasi sendiri terhadap al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sall-Allahu ‘alayhi wasallam. Orang-orang ini sekarang menentang Tasawwuf dan mencoba untuk meremehkan semangat dan usaha keras para Sufi sejati dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia selama kurun waktu 1300 tahun ke belakang.

Sebagai ummat Muslim, Kami menghormati semua madzhab dalam Islam tanpa diskriminasi. Tetapi sebaliknya Kami tidak menerima orang yang memaksakan ide-idenya kepada Kami, karena Kami mengikuti keyakinan yang telah diterima oleh mayoritas Muslim, yang menerima Tasawwuf.
Di Amerika, Kami terkejut melihat sejarah dan kebudayaan Islam selama 1400 tahun disangkal dan ditolak oleh sebagian kecil ulama dengan cara pandang mereka sendiri, seolah-olah selama 1400 tahun para ulama pengikut Sufi dan keempat madzhab tidak ada dan tidak pernah ada.

Sebagai informasi bagi saudara-saudari, Kami sampaikan beberapa nama dari sekian nama ulama modern yang mengikuti aliran Sufi dan keempat madzhab, yang mewakili mayoritas Muslim di seluruh dunia. Mereka adalah:
Mufti Mesir, Hassanain Muhammad al-Mukhloof, anggota Liga Muslim Dunia,

Muhammad at-Tayib an-Najjar, Presiden Sunnah dan Syari’ah Internasional dan Rektor Universitas al-Azhar,
Syaikh ‘Abdallah Qanun al-Hassani, ketua Majelis Ulama Maroko dan Deputi Liga Muslim Dunia,
Dr. Hussaini Hashim, Deputi Universitas al-Azhar Mesir dan Sekjen Institut Penelitian Makkah,
as-Sayyid Hashim al-Rifai, mantan Menteri Agama Kuwait,
as-Syaikh Sayyid Ahmad al-Awad, Mufti Sudan,
asy-Syaikh Malik al-Kandhalawi, Presiden Liga Muslim Pakistan dan Rektor Universitas Asyrafiya,
Ustaz Abdul Ghafoor al-Attar, Presiden Komunitas Penulis Sudi Arabia,

Qadi Yusuf bin Ahmad as-Siddiqui, Jaksa Pengadilan Tinggi Bahrain,
Muhammad Khazraji, Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Zabara, Mufti Yaman,
asy-Syaikh Muhammad asy-Syadili an-Nivar, Rektor Universitas Syari’ah Tunisia,
asy-Syaikh Khal al-Banani, Presiden Liga Muslim Mauritania,
Syaikh Muhammad Abdul Wahid Ahmad, Menteri Agama Mesir,

Syaikh Muhammad bin Ali Habasyi, Ketua Liga Muslim Indonesia,
Syaikh Ahmad Kuftaro, GrandMufti Syria,
Syaikh Abu Saleh Mohammad al-Fattih al-Maliki, Ondurman, Sudan,
Syaikh Muhammad Rasyid Kabbani, Mufti Libanon,
asy-Syaikh as-Sayyid Muhammad al-Maliki al-Hassani, Professor Syari’ah dan guru di dua Masjid Suci, Makkah dan Madinah,

dan masih banyak lagi yang berada di sekitar Arab dan negeri-negeri Muslim lainnya.
Wahai saudara-saudariku yang tercinta, juga ayah, ibu, dan anak-anak sekalian, Islam bersifat toleran (hilm), Islam adalah cinta, Islam adalah Kedamaian, Islam adalah rendah hati, Islam adalah kesempurnaan, Islam adalah zuhud, Islam adalah Ihsan. Islam berarti hubungan antar sesama, Islam berarti keluarga, Islam adalah persaudaraan, Islam berarti persamaan, Islam adalah satu tubuh, Islam adalah ilmu pengetahuan, Islam adalah spiritualitas. Islam mempunyai pengetahuan eksternal dan internal yang sama baiknya. ISLAM ADALAH TASAWWUF, TASAWWUF ADALAH ISLAM.

Terakhir, Islam adalah Cahaya yang diturunkan Allah melalui utusan-Nya, Rasulullah Muhammad r, yang merupakan simbol kebenaran Allah. Tanpa keraguan, beliau adalah perantara bagi semua orang, dan ini telah disebutkan dalam semua buku fiqih.
Semoga Allah mengampuni Kami atas kesalahan dan kekurangan dalam presentasi ini.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terlemah di hadapan Allah, hamba yang melaksanakan Sunnah Rasulullah salla-Allahu ‘alayhi wasallam,

Syaikh Muhammad Hisham Kabbani:
Presiden As-Sunna Foundation of America
607 A West Dana
Mountain View,

Tidak ada komentar:

KOMENTAR FB